Situ Perigi, Wisata Budaya Betawi di Tangsel

Peringatan Hari Air se-dunia, Kamis,(02/06/2016) bertempat di Situ Perigi, Pondok Aren, Tangsel.

Peringatan Hari Air se-dunia, Kamis,(02/06/2016) bertempat di Situ Perigi, Pondok Aren, Tangsel.

FORWAT, Tangerang Selatan – Dalam rangka memperingati hari air dunia, Kementerian PU dan kemenpera Republik Indonesia bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah ( BLHD ) Kota Tangsel, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga,Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bapeda), Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP), Dinas Tata Kota, Kementerian PU Menpera serta Pokja Pelestarian situ Perigi menggelar peringatan hari air sedunia. Acara yang berlangsung pada Kamis, (02/06/2016) pagi bertempat di Situ Perigi, Pondok Aren, Tangsel. Dihadiri oleh Bobby Prabowo selaku Litbang PU Kemenpera RI, Rachmat Salam kepala BLHD Kota Tangsel, Susan dari dinas Tata Air dan sungai Ciliwung-Cisadane, perwakilan dinas-dinas terkait serta Bang Jay “Bir Pletok” selaku ketua Pokja pelestarian Situ Perigi Kota Tangsel.

Ketua Pelaksana Proyek Revitalisasi Situ Perigi, Hermawan mengharapkan adanya rasa memiliki dari seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan Situ Perigi. “Semua elemen masyarakat Perigi harus bersama-sama menjaga Situ Perigi,” imbuhnya.

Sementara Kepala BLHD Kota Tangsel Rachmat Salam mengingatkan agar pelestarian situ-situ yang ada di wilayah Tangsel terus dijaga sehingga tidak semakin berkurang, Situ Legoso Ciputat misalnya. Situ yang awalnya mencapai 14 hektar saat ini hanya tersisa kurang dari 1 hektar,sebuah kenyataan yang sangat memprihatinkan, tutur Rachmat Salam. Rachmat juga menyarankan kepada Camat Pondok Aren akan intruksi dari Walikota Tangsel agar sekeliling situ Perigi dibuatkan sarana jogging track. “BLHD sangat mendukung pengelolaan situ berbasis masyarakat,” katanya.

Ditempat yang sama kepala Puslitbang Kebijakan Penerapan Teknologi Kementerian PU dan Kemenpera RI Puji Prabowo menyinggung agar tradisi pelestarian budaya Betawi seperti Palang Pintu dapat ditularkan kedalam budaya pelestarian situ-situ yang ada di Tangerang Selatan. “Tangsel harus banyak belajar dari wilayah DKI Jakarta yang awalnya banyak situ-situ tetapi sekarang tinggal sedikit sekali situ yang tersisa dikarenakan dibangun perumahan-perumahan yang tak terkendali,” ujarnya.

Ketua Pokja Pelestarian Situ Perigi, Bang Jay akan berencana menjadikan kawasan situ Perigi sebagai kawasan destinasi budaya Betawi di Tangerang Selatan,” kami mengharapkan kepada Pemkot Tangsel,Kementerian serta seluruh dinas terkait untuk saling bersinergi agar rencana revitalisasi serta destinasi budaya situ Perigi ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, ” pungkasnya. (Tejo/Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.