Pengembang: Pembangunan Apartement dan Mall Palm Regency Sudah Penuhi Amdal

Rapat Komisi Amdal yang digelar Selasa, (31/5/2016) bertempat di Kantor BLH Kota Tangerang dihadiri warga dari enam RW di Komplek Pinang Griya, Dinas Bangunan, Dinas Cipta Karya, Dinas Bina Marga dan SDA dan perwakilan Pengembang Palm Regency.

Rapat Komisi Amdal yang digelar Selasa, (31/5/2016) bertempat di Kantor BLH Kota Tangerang dihadiri warga dari enam RW di Komplek Pinang Griya, Dinas Bangunan, Dinas Cipta Karya, Dinas Bina Marga dan SDA dan perwakilan Pengembang Palm Regency.

FORWAT, KOTA TANGERANG – Sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan, sebaiknya terlebih dahulu dilakukan studi tentang dampak lingkungan. Seperti halnya yang dilakukan pemerkasa Pembangunan Apartement dan Mall Palm Regency, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang. Dalam Rapat Komisi Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) yang digelar Selasa, (31/5/2016) bertempat di Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tangerang. Pemerkasa Palm Regency menyatakan telah mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak lingkungan yang akan timbul terhadap proyek pembangunan di kawasan Komplek Pinang Griya. Yaitu diantaranya soal penyediaan air bersih melalui pipa PDAM dan penampungan air (water tank) dan agar tidak berdampak terhadap banjir, pihak pengembang juga akan membuat saluran air (drainase) dan lintasan pembuangan air ke Kali Angke yang berada di kawasan tersebut.

Rapat terbuka itu dipimpin oleh Kepala BLH Kota Tangerang, dr. Liza Puspadewi dan dihadiri oleh puluhan warga dari enam RW yang bermukim dikawasan Komplek Pinang Griya, perwakilan Dinas Bangunan, Dinas Cipta Karya, Dinas Bina Marga dan SDA juga perwakilan Pengembang Palm Regency.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tangerang, dr. Liza Puspa Dewi mengatakan bahwa Rapat Komisi Amdal itu harus melibatkan masyarakat. Hal ini dimaksud agar masyarakat bisa mengetahui apa saja dampak yang ditimbulkan akibat dari pembangunan tersebut.

“Kami akan mengakomodir semua saran dan masukan masyarakat. Mereka bukan tidak setuju, melainkan masyarakat itu belum mengerti dengan apa yang ditawarkan oleh pengembang mengenai┬ápengendalian dampak lingkungan,” ujarnya.

Sambung Liza bahwa sebenarnya pengembang Palm Regency telah memberikan banyak opsi bagaimana pengendalian banjir. Salahsatunya adalah tentang tata kelola drainase yang akan disalurkan ke Kali Angke. Setelah mendengar penjelasan dari pihak terkait, kata Liza akhirnya masyarakat dapat mengerti, namun yang mesti diperhatikan adalah soal pengawasan pembangunan itu nantinya.

“Sebenarnya pengembang akan mengurangi air larian yang masuk ke pinang Griya . Dahulu sudah ada pembangunan di lokasi tersebut dan itu tidak ada masalah. Saat ini kami masih menyempurnakan Amdalnya. Di RTRW dan RDTR nya itu sudah sesuai peruntukannya. IPPTnya sudah ada. Kalau tidak sesuai peruntukannya, IPPT nya tidak akan keluar,” ungkapnya.

Sementara Ketua RW 06, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Ida mengaku tidak menyetujui adanya pembangunan apartemen dan mall di wilayah tersebut dan dalam pertemuan itu dia menyampaikan telah melayangkan surat kepada Pemkot Tangerang sejak awal rencana pembangunan tahun 2015 dan pada tanggal 29 maret tahun 2016 lalu.

“Surat tersebut kami layangkan ke Pemkot Tangerang untuk menindaklanjuti, bahwasannya kami sebagai warga RW 06 tidak menyetujui dengan adanya pembangunan apartemen di tempat kami,” katanya saat rapat berlangsung.

Menurut Ida pembangunan Apartement dan Mall Palm Regency tersebut akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Karena terang Ida sebelum ada nya proses pembangunan di kawasan itu kerap diterjang banjr. Terlebih dengan adanya pembangunan.

“Kami hanya ingin meminta Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerang untuk mengkaji ulang izin Amdal nya dan izin Amdal Lalin. Karena ini demi kepentingan masyarakat yang berdekatan dengan pembangunan Palm Regency,” pinta Ida.

Menanggapi hal tersebut, Project Manager Apartement dan Mall Palm Regency, Gede Surya Kusuma mengatakan bahwa pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas dan mencarikan jalan keluar untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Ada dua warga antara yang pro dengan kontra dan hari ini sudah dipertemukan. Ternyata yang dikeluhkan warga ada empat persoalan yaitu banjir, lalu lintas, sampah dan air bersih. Semua ini sudah kami pikirkan,” katanya

Untuk pembangunan Apartement dan Mall tersebut, terang Gede telah melalui kajian yang melibatkan konsultan yang kompeten dan sudah termasuk 10 Besar di Jakarta. ” Jadi mereka (konsultan- red) telah mengkaji semua yang akan berdampak terhadap warga setempat mulai dari kebutuhan air, penampungan air hujan dan limbah.

“Untuk IPPT sudah dikeluarkan oleh Pemkot Tangerang, gambar untuk IMB sudah kami serahkan ke Badan Perizinan. Jadi keluhan warga ini kita coba pertimbangkan. Kami sebagai pengembang ini tidak mungkin merugikan masyarakat. Kita akan mengikuti semua peraturan yang di buat oleh Pemkot,” paparnya

Ditambahkan oleh Gede, nantinya lahan seluas 5000 meterpersegi Itu akan dibangun satu tower Apartement dan Mall serta fasilitas pendukung lainnya. “Luas lahan 5.000 meterpersegi. Dibangun satu tower berbentuk leter U tapi kesannya seperti tiga tower. Ground breaking pembangunan akan dilakukan tahun ini,” ujarnya.

Gede berharap pertemuan itu dapat menjadi informasi positif bagi semua pihak, sehingga pembangunan Apartemen dan Mall Palm Regency tidak menimbulkan masalah di kemudian hari serta bermanfaat bagi masyarakat. (Lala)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.