CEGAH KONFLIK SOSIAL, KESBANGPOL GELAR PERTEMUAN DENGAN KADER PARTAI

Kasi politik

Kasi Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kota Tangerang, Kaonang (tengah) sedang memberi sambutan kepada peserta seminar, Sabtu (28/05/2016)

FORWAT/ KOTA TANGERANG – Puluhan kader partai pemenang pemilu mengikuti Seminar Fasilitasi Pertemuan Kerjasama Antar Lembaga Pemerintah, Parpol, Ormas dan LSM yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang, Sabtu (28/05/2016) bertempat di Gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Kota Tangerang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan politik, ideologi dan wawasan kebangsaan serta tatacara penanggulangan konflik sosial yang kerap terjadi ditengah masyarakat.

Kegiatan gelombang ke-3 itu diikuti 100 peserta dari perwakilan kader partai pemenang pemilu. Menghadirkan beberapa narasumber yaitu diantaranya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tangerang, Eman SH MH, Kasubdit Konflik Kementrian Dalam Negeri, Aziz, Kantor Kementrian Agama Kota Tangerang, H. Nurhasan dan Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang, KH. Arif Hidayat.

Kasi Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kota Tangerang, Kaonang mengatakan pentingnya pengetahuan politik kepada masyarakat dalam hal ini kader partai. Salahsatunya adalah penguatan ideologi, pengetahuan wawasan kebangsaan dan strategi bagaimana cara penanganan konflik sosial ditengah masyarakat.

“Progam ini untuk memberikan pendidikan politik kepada kader partai. Sekarang sudah banyak organisasi yang berhaluan diluar Pancasila. Maka perlu penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan dan startegi bagaimana cara penanganan ancaman itu,” katanya disela-sela seminar.

Dikatakan Kaonang, bahwa penanganan konflik sosial tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah,TNI maupun aparat kepolisian saja. Tapi juga harus melibatkan semua elemen masyarakat, salahsatunya adalah organisasi partai politik.

Di Kota Tangerang yang masyarakatnya penuh keragaman dan kemajemukan, baik suku, agama dan budaya. Sangat memungkinkan terjadinya potensi konflik. Maka untuk mencegah dan menanggulangi konflik tersebut sangat dibutuhkan hubungan dan penguatan toleransi didalam  masyarakat.

Untuk itu, Kaonang berharap agar masyarakat maupun kader partai di Kota Tangerang akan semakin cerdas dalam hal pendidikan politik, sehingga kedepan ancaman-ancaman yang menggangu keutuhan NKRI dan konflik sosial yang terjadi ditengah masyarakat dapat dicegah dan ditanggulangi.

“Rumah ibadah bisa dimana-mana kalau toleransi tinggi tidak terjadi konflik. Tapi jika toleransinya rendah maka satu atau dua rumah ibadah dapat menimbulkan konflik. Sekarang sudah marak ideologi yang bertentangan ¬†dengan pancasila. Inilah tugas kami dan tidak henti-henti memberi pemahaman kepada masyarakat penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan,” tukas pria berkepala plontos ini. (LALA)

Leave a Reply

Your email address will not be published.