DETEKSI DINI RADIKALISME DARI BAWAH

Diskusi publik bertajuk "Penguatan Forum Antar Warga Melalui Rt/Rw Dalam Deteksi Dini Gerakan Radikalisme", yang digelar oleh Institute Tangerang, di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Diskusi publik bertajuk “Penguatan Forum Antar Warga Melalui Rt/Rw Dalam Deteksi Dini Gerakan Radikalisme”, yang digelar oleh Institute Tangerang, di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

FORWAT/KABUPATEN TANGERANG – Perlunya menangkal faham radikal di wilayah Kabupaten Tangerang dapat dilakukan dari tingkatan paling bawah seperti Rt/Rw, karena saat ini banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya faham radikal ditingkat lingkungan terkecil. Kelompok pemuda yang tergabung dalam Institute Tangerang menggelar kegiatan diskusi yang mengambil tema “Penguatan Forum Antar Warga Melalui Rt/Rw Dalam Deteksi Dini Gerakan Radikalisme”, bertempat di Yayasan Miftahul Jannah, Kecamatan Cikupa (Rabu 25/5).

Salah satu nara sumber  Dede Syarif mengatakan, Ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila dan kita tidak boleh merubah ideologi yang sudah ada sejak jaman perjuangan. Keutuhan NKRI tetap harus dijaga jangan sampai dirusak oleh faham-faham radikal yang hanya akan menghancurkan ideologi negara yang sudah tertanam. Sebagai kelompok masyarakat di tingkatkan RT/Rw kita harus peka dan memahami segala bentuk dan kelompok radikal yang akan berkembang di masyarakat.

“Saat ini diperlukan adanya deteksi dini dari seluruh kalangan masyarakat dalam berkembangnya kelompok radikal. Dalam aksinya mereka hanya menebarkan kebencian pada tradisi ulama yang sudah di ajarkan kepada kita. Tugas dari seluruh masyarakat jangan sampai mengikuti kelompok radikal dengan hanya dijanjikan finansial yang mencukupi”, tutur dede.

Lanjutnya, Kelompok ISIS saat ini sudah mulai berafiliasi dalam berbagai bentuk yang hingga saat ini mudah dimasuki oleh masyarakat, sehingga diperlukan cegah dini. Salah satu contoh terbongkarnya kelompok GAFATAR di Kalimantan yang jumlah pengikutnya sudah hampir 3000 orang dan memiliki keinginan untuk membentuk negara sendiri, Itulah diperlukan adanya cegah dini di tingkatan masyarakat dalam mengconter faham radikal saat ini, jelas dede yang merupakan direktur Institue Tangerang.

Selain itu, narasumber lainya abdul malik menerangkan, Kita harus mengetahui darimana radikalisme dan teror atas nama agama bermula, jangan sampai masyarakat terjerumus dalam hasutan yang hanya akan memperkeruh kehidupan di masyarakat. Seluruh elemen masyarakat harus mengantisipasi adanya kelompok pengajian yang dalam prakteknya ingin mendirikan negara Islam di Indonesia dan secara jelas menolak adanya ideologi Pancasila dan bentuk pemerintahan yang ada di indonesia.

“Saat ini Indonesia sudah dijadikan sebagai lahan latihan perang yang dilakukan oleh kelompok ISIS seperti yang saat ini sedang dilakukan pengejaran pihak kepolisian kepada kelompok santoso di Poso”, terang abdul yang merupakan seorang akademisi.

Radikalisme menurut kamus besar Indonesia adalah faham atau aliran radikal dalam politik. Mereka yang radikal menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan cara apapun termasuk menggunakan kekerasan atau kelompok radikal juga sering disebut dengan kelompok ekstrim, tandas abdul. (KOKO)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.