Mantan Ketua Koni Kota Tangerang Dituntut 6 Tahun Penjara

Mantan Ketua KONI Kota Tangerang, Dasep disidangkan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR), Serang, Banten, Kamis (7/11/2019) kemarin. Foto:net.

FORWAT, SERANG – Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Serang, Banten, menyidangkan perkara terdakwa Dasep, mantan Ketua KONI Kota Tangerang dan Siti Nursiah selaku Wakil Bendahara umum KONI Kota Tangerang, Kamis (7/11/2019) kemarin.

Keduanya dihadapkan dimuka persidangan dengan kasus penyelewengan dana KONI Kota Tangerang untuk kepentingan pribadi kedua terdakwa.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tipikor Muhammad Ramdes, dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reza Vahlefi dari Kejari Kota Tangerang.

Dalam membacakan tuntutannya, Jaksa menuntut Dasep 6 tahun 6 bulan penjara. Mantan Ketua KONI Kota Tangerang itu juga diminta membayar denda 200 juta rupiah.

“Apabila denda subsidair tidak dibayar maka ditambah kurungan 3 bulan penjara,” papar Reza saat membacakan tuntutannya.

Dasep mantan Ketua KONI diera 2011-2015 juga diminta membayar uang pengganti 143 juta rupiah. Apabila dalam 1 bulan tidak dibayar, maka PJU akan menyita harta benda terdakwa yang saat ini dimiliki sesuai dengan denda.

“Apabila tidak mencukupi, maka terdakwa Dasep akan ditambah dipidana 3 tahun penjara,” terangnya.

Usai membacakan tuntutan terhadap Dasep, Jaksa melanjutkan membacakan tuntutan terhadap Siti Nursiah.

Siti Nursiah turut diduga menikmati anggaran hibah untuk kepentingan pribadi. Dirinya dituntut 6 tahun 6 bulan dan denda 200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

“Mantan wakil bendahara umum ini diminta membayar uang pengganti 529 juta, dan jika tidak dibayar akan ditambahkan pidana penjara selama 3 tahun,” kata Reza saat membacakan tuntutan Siti Nursiah.

Kedua terdakwa dijerat oleh Jaksa dengan pasal 2 dan pasal 3 ayat (1) Undang Undang No. 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atau Undang Undang No. 20 tahun 2001.

Untuk diketahui, Dasep dan Siti Nursiah menjadi terdakwa pada Tahun 2015. Pemerintah Kota Tangerang memberi dana hibah sebesar 8 miliar rupiah untuk pengembangan olahraga, altet dan pelatih untuk semua Cabang Olahraga (Cabor) Kota Tangerang.

Namun, dalam teknis pembayaran banyak yang tidak terealiasi, seperti uang transportasi atlet, dana pembinaan anggota KONI, dana penyelenggaraan Wali Kota Cup untuk 40 cabor, kegiatan pelatih, asisten pelatih, sampai ke akomodasi.

Adapun keseluruhan dana yang tidak terealiasi sebesar 662 juta rupiah. Sidang selanjutnya dilanjut pekan depan dengan agenda (Pledoi) pembelaan. (Jes/Angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published.